VIVAnews - Penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi di kantor Korps Lalu Lintas Markas Besar Polri di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, ternyata masih menemui kendala. Tim penyidik KPK yang bersiap meninggalkan gedung rupanya dihadang oleh petugas.
Pantauan VIVAnews, ada dua unit mobil tim penyidik KPK yang bersiap meninggalkan kompleks Korlantas Mabes Polri pada Selasa siang 31 Juli 2012. Dua mobil KPK itu yakni Isuzu Panther hitam dan Toyota Innova dengan nomor polisi B 1247 UKP.
Dua mobil tim penyidik KPK itu meninggalkan kantor Korlantas bukan lewat gerbang depan atau gerbang utama. Tim penyidik hendak meninggalkan gedung lewat pintu belakang.
Tetapi, saat tim hendak meninggalkan kompleks ini, portal di belakang ditutup petugas. Tidak diketahui apa maksud penutupan portal oleh satu orang petugas berseragam polisi itu.
Tidak ada keributan di sana. Beberapa penyidik KPK yang berada di dua unit mobil itu langsung ke luar dari kendaraan. Mereka lalu berpindah ke mobil lain yang sudah siaga di luar portal.
Penggeledahan ini terkait dugaan penggelapan dana pengadaan peralatan simulator pembuatan Surat Izin Mengemudi. KPK menetapkan mantan Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi DS yang kini menjabat Gubernur Akademi Kepolisian sebagai tersangka. (umi)
sumber
Senin, 30 Juli 2012
Begini Kronologi Bullying di SMA Don Bosco
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Seruni Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Gerardus Gantur, membantah adanya bullying yang dilakukan siswanya saat masa orientasi siswa (MOS). Menurut dia, MOS di sekolah elite tersebut dilakukan pada 16-18 Juli 2012 lalu. "Kejadian itu bukan pada saat MOS," ujar Gerardus kepada Tempo, Jumat 27 Juli 2012.
Dia menjelaskan kronologi kasus ini. Menurut Gerardus, peristiwa dugaan bullying itu terjadi pada Selasa, 24 Juli lalu, sekitar pukul 13.45 WIB, setelah siswa pulang sekolah. Pihaknya menerima laporan bahwa ada siswa kelas X yang diajak nongkrong oleh siswa kelas XII di suatu tempat yang biasa disebut Pertok di belakang BCA Arteri Pondok Indah.
Sebelum sampai ke Pertok, empat siswa baru bersama kakak kelasnya menuju ke suatu tempat yang biasa mereka sebut sebagai Papilon. Di sana ternyata sudah menunggu seorang siswa kelas XII di dalam mobil. “Kemudian empat siswa kelas X masuk mobil dan dibawa ke Pertok," ujar Gerardus.
Saat sampai di Pertok, siswa kelas XII menyuruh siswa kelas X duduk dan menunduk. Dengan muka ditutupi jaket, empat siswa kelas X ditanyai satu per satu. "Dari keterangan korban, mereka ditempeleng, dipukul, dan disundut rokok," kata Gerardus.
Menurut dia, pihak sekolah telah meminta keterangan dari siswa-siswa kelas XII yang diduga ada di lokasi dan korban. Pada Kamis, 26 Juli 2012, pihak sekolah telah mengundang semua orang tua murid yang anaknya menjadi korban bullying tersebut untuk melakukan kecocokan antara keterangan siswa kelas XII yang diduga pelaku dan siswa kelas X yang menjadi korban.
Namun, kata dia, ada beberapa keterangan yang berbeda dan pihak sekolah minta untuk disampaikan kepada kepolisian karena pihak sekolah memiliki keterbatasan. "Tapi ternyata Rabu malam, 25 Juli 2012, sudah dilaporkan ke polisi," ujarnya. Kini, SMA Don Bosco menyerahkan kasus dugaan bullying ini kepada kepolisian.
Sebelumnya, Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan telah memeriksa empat korban kasus perploncoan yang diikuti penganiayaan dan pelecehan--biasa disebut bullying--yang melibatkan belasan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Seruni Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat 27 Juli 2012.
Para korban yang diperiksa adalah siswa kelas X sekolah elite tersebut yang namanya disamarkan dengan nama A, 15 tahun, Pi (15), Dd (15), dan Kt (15). Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hermawan, dari keterangan para korban, diperoleh informasi bahwa, selain dugaan penganiayaan dan pelecehan, ada dugaan penculikan.
Menurut Hermawan, mereka mengaku dibawa keluar dari SMA Don Bosco, kemudian diplonco seniornya di suatu tempat. “Tapi itu harus kami buktikan dulu,” ujarnya, Jumat 27 Juli 2012.
Kasus ini berawal dari seorang siswa baru yang mengikuti masa orientasi siswa (MOS) di SMA Seruni Don Bosco yang diduga menjadi korbanbullying oleh kakak kelasnya. Siswa berinisial A ini mengaku dipukuli dan disundut rokok di sekolahnya oleh kakak kelasnya. Orang tua korban melaporkan kasus kekerasan ini ke Polres Jakarta Selatan, Rabu 25 Juli 2012.
Dari laporan yang masuk, tindakan penganiayaan dan pelecehan diduga dilakukan 18 siswa kelas XII sekolah tersebut. Dari hasil visum, tampak korban dinyatakan mengalami luka pada beberapa bagian tubuh akibat sundutan rokok dan pukulan. “Ditemukan bekas luka memar dan luka bakar di tengkuk leher,” tuturnya.
sumber
Dia menjelaskan kronologi kasus ini. Menurut Gerardus, peristiwa dugaan bullying itu terjadi pada Selasa, 24 Juli lalu, sekitar pukul 13.45 WIB, setelah siswa pulang sekolah. Pihaknya menerima laporan bahwa ada siswa kelas X yang diajak nongkrong oleh siswa kelas XII di suatu tempat yang biasa disebut Pertok di belakang BCA Arteri Pondok Indah.
Sebelum sampai ke Pertok, empat siswa baru bersama kakak kelasnya menuju ke suatu tempat yang biasa mereka sebut sebagai Papilon. Di sana ternyata sudah menunggu seorang siswa kelas XII di dalam mobil. “Kemudian empat siswa kelas X masuk mobil dan dibawa ke Pertok," ujar Gerardus.
Saat sampai di Pertok, siswa kelas XII menyuruh siswa kelas X duduk dan menunduk. Dengan muka ditutupi jaket, empat siswa kelas X ditanyai satu per satu. "Dari keterangan korban, mereka ditempeleng, dipukul, dan disundut rokok," kata Gerardus.
Menurut dia, pihak sekolah telah meminta keterangan dari siswa-siswa kelas XII yang diduga ada di lokasi dan korban. Pada Kamis, 26 Juli 2012, pihak sekolah telah mengundang semua orang tua murid yang anaknya menjadi korban bullying tersebut untuk melakukan kecocokan antara keterangan siswa kelas XII yang diduga pelaku dan siswa kelas X yang menjadi korban.
Namun, kata dia, ada beberapa keterangan yang berbeda dan pihak sekolah minta untuk disampaikan kepada kepolisian karena pihak sekolah memiliki keterbatasan. "Tapi ternyata Rabu malam, 25 Juli 2012, sudah dilaporkan ke polisi," ujarnya. Kini, SMA Don Bosco menyerahkan kasus dugaan bullying ini kepada kepolisian.
Sebelumnya, Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan telah memeriksa empat korban kasus perploncoan yang diikuti penganiayaan dan pelecehan--biasa disebut bullying--yang melibatkan belasan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Seruni Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat 27 Juli 2012.
Para korban yang diperiksa adalah siswa kelas X sekolah elite tersebut yang namanya disamarkan dengan nama A, 15 tahun, Pi (15), Dd (15), dan Kt (15). Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hermawan, dari keterangan para korban, diperoleh informasi bahwa, selain dugaan penganiayaan dan pelecehan, ada dugaan penculikan.
Menurut Hermawan, mereka mengaku dibawa keluar dari SMA Don Bosco, kemudian diplonco seniornya di suatu tempat. “Tapi itu harus kami buktikan dulu,” ujarnya, Jumat 27 Juli 2012.
Kasus ini berawal dari seorang siswa baru yang mengikuti masa orientasi siswa (MOS) di SMA Seruni Don Bosco yang diduga menjadi korbanbullying oleh kakak kelasnya. Siswa berinisial A ini mengaku dipukuli dan disundut rokok di sekolahnya oleh kakak kelasnya. Orang tua korban melaporkan kasus kekerasan ini ke Polres Jakarta Selatan, Rabu 25 Juli 2012.
Dari laporan yang masuk, tindakan penganiayaan dan pelecehan diduga dilakukan 18 siswa kelas XII sekolah tersebut. Dari hasil visum, tampak korban dinyatakan mengalami luka pada beberapa bagian tubuh akibat sundutan rokok dan pukulan. “Ditemukan bekas luka memar dan luka bakar di tengkuk leher,” tuturnya.
sumber
Bendera AS Masih Berkibar di Bulan?
VIVAnews - Sejumlah gambar yang diambil dari pesawat ulang-alik milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperlihatkan masih berdirinya sejumlah bendera Amerika Serikat di bulan. Bendera itu ditancapkan di permukaan bulan selama misi Apollo berlangsung.
Mengutip laman BBC, foto ini diambil dari Lunar Reconaissance Orbiter (LRO). LRO didesain untuk menghasilkan peta permukaan bulan secara mendetail.
Sebagian besar bendera yang ditancapkan masih terlihat berdiri, kecuali bendera yang dipasang saat misi pertama ke bulan oleh Apollo 11. Ini sesuai dengan pernyataan astronot Buzz Aldrin yang mengatakan bendera itu jatuh akibat hembusan mesin ketika Apollo 11 lepas landas meninggalkan bulan.
Tiap misi Apollo yang mendarat di bulan memang selalu menancapkan bendera AS di bulan. Para ilmuwan selalu mengamati foto-foto tempat ditancapkannya bendera itu. Kemudian, ilmuwan berusaha mempelajari seperti apa bayangan yang dihasilkan di permukaan bulan, Tapi, hingga saat ini belum ada hasil penelitian yang dianggap meyakinkan.
Sekarang, para ilmuwan kembali mempelajari foto dari area yang sama dari titik pengambilan yang berbeda di siang hari. Ilmuwan kemudian melakukan observasi bayangan-bayangan yang mengelilingi titik di mana bendera itu seharusnya berada.
Profesor Mark Robinson, Kepala Penelitian terhadap instrumen kamera miliki LRO atau LROC, menulis di blog miliknya:
"Dari gambar-gambar LROC ini terlihat bahwa bendera-bendera AS masih berdiri dan menghasilkan bayangan di sana, kecuali Apollo 11".
Ilmuwan dari Arizona State University ini kemudian menambahkan. "Hal paling meyakinkan untuk melihat bendera-bendera itu masih di sana adalah dengan melihat serial masa dari gambar LROC yang diambil dari berbagai waktu di siang hari dan melihat bayangan mengelilingi bendera."
"Secara pribadi, saya sedikit terkejut bahwa bendera itu masih selamat dari cahaya ultraviolet dan temperatur di permukaan bulan, tapi mereka bertahan. Seperti apa bendera itu kini terlihat, itu pertanyaan lain (memudar parah?)," tulis Robinson.
LRO memulai misi di orbit bulan pada September 2009. Misi ini dilakukan untuk mengidentifikasi mineral dan sumber daya lain di bulan. Selain itu, misi ini juga untuk mencari lokasi terbaik dalam misi pendaratan ke bulan berikutnya. (umi)
sumber
Mengutip laman BBC, foto ini diambil dari Lunar Reconaissance Orbiter (LRO). LRO didesain untuk menghasilkan peta permukaan bulan secara mendetail.
Sebagian besar bendera yang ditancapkan masih terlihat berdiri, kecuali bendera yang dipasang saat misi pertama ke bulan oleh Apollo 11. Ini sesuai dengan pernyataan astronot Buzz Aldrin yang mengatakan bendera itu jatuh akibat hembusan mesin ketika Apollo 11 lepas landas meninggalkan bulan.
Tiap misi Apollo yang mendarat di bulan memang selalu menancapkan bendera AS di bulan. Para ilmuwan selalu mengamati foto-foto tempat ditancapkannya bendera itu. Kemudian, ilmuwan berusaha mempelajari seperti apa bayangan yang dihasilkan di permukaan bulan, Tapi, hingga saat ini belum ada hasil penelitian yang dianggap meyakinkan.
Sekarang, para ilmuwan kembali mempelajari foto dari area yang sama dari titik pengambilan yang berbeda di siang hari. Ilmuwan kemudian melakukan observasi bayangan-bayangan yang mengelilingi titik di mana bendera itu seharusnya berada.
Profesor Mark Robinson, Kepala Penelitian terhadap instrumen kamera miliki LRO atau LROC, menulis di blog miliknya:
"Dari gambar-gambar LROC ini terlihat bahwa bendera-bendera AS masih berdiri dan menghasilkan bayangan di sana, kecuali Apollo 11".
Ilmuwan dari Arizona State University ini kemudian menambahkan. "Hal paling meyakinkan untuk melihat bendera-bendera itu masih di sana adalah dengan melihat serial masa dari gambar LROC yang diambil dari berbagai waktu di siang hari dan melihat bayangan mengelilingi bendera."
"Secara pribadi, saya sedikit terkejut bahwa bendera itu masih selamat dari cahaya ultraviolet dan temperatur di permukaan bulan, tapi mereka bertahan. Seperti apa bendera itu kini terlihat, itu pertanyaan lain (memudar parah?)," tulis Robinson.
LRO memulai misi di orbit bulan pada September 2009. Misi ini dilakukan untuk mengidentifikasi mineral dan sumber daya lain di bulan. Selain itu, misi ini juga untuk mencari lokasi terbaik dalam misi pendaratan ke bulan berikutnya. (umi)
sumber
Dua Pekan, 36.893 Pengendara Motor Ditilang
VIVAnews - Dalam operasi Patuh Jaya 2012 yang digelar selama dua pekan 16 - 29 Juli 2012, polisi menemukan 75.640 pelanggaran lalu lintas. Dari data yang dihimpun disebutkan pengguna kendaraan roda dua lebih sering melanggar dibanding angkutan umum. Selain melanggar, kendaraan roda dua juga paling banyak terlibat kecelakaan.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas, menyebut pelanggar sepeda motor sebanyak 36.893, sedangkan angkutan umum 10.182. Kendaraan pribadi 4.918 dan kendaraan beban 2.110.
"Untuk jumlah penindakan seluruh kendaraan, yakni 75.640, dengan rincian tilang 55.280 dan teguran 20.360," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas, Selasa, 31 Juli 2012.
Sementara jumlah kecelakaan selama dua pekan, polisi mencatat ada 211 kejadian, dengan korban sebanyak 252 orang. Korban dengan luka berat, kata Sigit mencapai 76 orang, sedangkan korban dengan luka ringan 139 orang.
Korban meninggal dunia di jalan selama dua pekan operasi mencapai 37 orang. Total kerugian mencapai Rp1.197.000.000.
"Kecelakaan didominasi kendaraan roda dua dengan jumlah 173 unit. Kami juga melihat pengendara sepeda motor masih tidak disiplin berkendara di jalan," kata Sigit
Sementara jumlah kecelakaan selama dua pekan, polisi mencatat ada 211 kejadian, dengan korban sebanyak 252 orang. Korban dengan luka berat, kata Sigit mencapai 76 orang, sedangkan korban dengan luka ringan 139 orang.
Korban meninggal dunia di jalan selama dua pekan operasi mencapai 37 orang. Total kerugian mencapai Rp1.197.000.000.
"Kecelakaan didominasi kendaraan roda dua dengan jumlah 173 unit. Kami juga melihat pengendara sepeda motor masih tidak disiplin berkendara di jalan," kata Sigit
Kisah Pemulung Selamatkan 30 Bayi Terbuang
VIVAnews -- Lou Xiaoying kini hanya bisa terbaring lemah di rumah sakit akibat penyakit gagal ginjal. Usianya yang sudah 88 tahun membuatnya makin tak berdaya.
Namun di masa senjanya yang sakit-sakitan, Lou yang berprofesi sebagai pemulung itu justru dipuja-puji. Dia dianggap pahlawan, setelah apa yang dilakukannya selama ini terungkap ke publik.
Baru kini terkuak, Lou yang tiap hari berkeliaran mencari sampah telah menyelamatkan dan membesarkan lebih dari 30 bayi terbuang di jalanan Jinhua, di bagian timur Provinsi Zhejiang.
Namun di masa senjanya yang sakit-sakitan, Lou yang berprofesi sebagai pemulung itu justru dipuja-puji. Dia dianggap pahlawan, setelah apa yang dilakukannya selama ini terungkap ke publik.
Baru kini terkuak, Lou yang tiap hari berkeliaran mencari sampah telah menyelamatkan dan membesarkan lebih dari 30 bayi terbuang di jalanan Jinhua, di bagian timur Provinsi Zhejiang.
Bayi-bayi malang itu dirawat hingga montok dan menggemaskan. Lou dan suaminya, Li Zin, yang meninggal dunia 17 tahun lalu, hanya mempertahankan empat anak di rumah mereka. Sementara, 26 anak lainnya telah diambil rekan atau keluarga asuh untuk memulai hidup baru.
Bahkan di masa tuanya, Lou tak berhenti memungut bayi terlantar. Yang terakhir adalah Zhang Qilin, bocah berusia 7 tahun yang dia temukan di tempat sampah saat Lou berusia 82 tahun.
"Meskipun saya telah tua, saya tidak bisa mengabaikan bayi itu dan membiarkannya mati di tempat sampah. Dia tampak begitu manis dan begitu membutuhkan kasih sayang. Saya merasa harus membawanya pulang bersama saya, "kata dia seperti dimuat Daily Mail.
Bayi merah itu dibawa ke rumah sangat sederhana dan kecil di pedesaan untuk dirawat. "Bayi itu kini tumbuh menjadi seorang anak yang ceria dan sehat."
"Anak-anak saya yang lebih tua semua membantu merawat Zhang Qilin, dia sangat istimewa bagi kami semua. Saya beri dia nama yang berarti 'langka dan berharga'."
Kegiatannya mengasuh anak terlantar dimulai tahun 1972. Saat itu, dia yang sedang memulung menemukan bayi perempuan di atas tumpukan sampah dan terbuang. Jika tak ada yang mengambilnya, niscaya ia akan mati. "Melihatnya tumbuh dan menjadi kuat membuat kami kebahagiaan. Aku memiliki cinta yang nyata dari merawat anak-anak itu."
Kemiskinan dan hidup kekurangan bagi Lou bukan penghalang. "Jika kita punya cukup tenaga untuk mengumpulkan sampah, mengapa tidak kita juga mendaur ulang sesuatu yang seberharga nyawa manusia."
"Anak-anak membutuhkan cinta dan perhatian. Mereka semua adalah nyawa yang berharga. Saya tidak mengerti bagaimana orang tega meninggalkan bayi yang rentan dan tak berdaya di jalanan."
Lou, yang memiliki satu putri biologis, Zhang Caiying (49), bertekad mengabdikan hidupnya untuk merawat bayi-bayi yang ditelantarkan orang tua mereka sendiri, hingga ia tak lagi berdaya.
Menuai pujian
Meski berbuat tanpa pamrih, kebaikan hati Lou kini menyebar di China dari mulut ke mulut, di negara di mana ribuan bayi ditinggalkan di jalanan oleh orangtua yang terjerat kemiskinan.
Seorang pengagumnya mengatakan tindakan Lou telah menampar muka pemerintah, sekolah, dan orang-orang yang sejatinya lebih mampu namun tak mau bertindak. "Ia tak punya uang ataupun kekuatan, tapi ia menyelamatkan anak-anak dari kematian."
Di komunitasnya, Lou dianggap pahlawan dan dihormati atas pengorbanannya. "Ia telah melakukan yang terbaik, dia seorang pahlawan. Tapi sayangnya terlalu banyak bayi yang terlantar di China yang tak punya harapan untuk selamat."
Misalnya, minggu lalu, ada berita seorang bayi beruntung yang masih bertahan hidup setelah digorok tenggorokannya, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik, dan dibuang di tempat sampah di Kota Anshan, di timur laut Provinsi Liaoning.
Bahkan di masa tuanya, Lou tak berhenti memungut bayi terlantar. Yang terakhir adalah Zhang Qilin, bocah berusia 7 tahun yang dia temukan di tempat sampah saat Lou berusia 82 tahun.
"Meskipun saya telah tua, saya tidak bisa mengabaikan bayi itu dan membiarkannya mati di tempat sampah. Dia tampak begitu manis dan begitu membutuhkan kasih sayang. Saya merasa harus membawanya pulang bersama saya, "kata dia seperti dimuat Daily Mail.
Bayi merah itu dibawa ke rumah sangat sederhana dan kecil di pedesaan untuk dirawat. "Bayi itu kini tumbuh menjadi seorang anak yang ceria dan sehat."
"Anak-anak saya yang lebih tua semua membantu merawat Zhang Qilin, dia sangat istimewa bagi kami semua. Saya beri dia nama yang berarti 'langka dan berharga'."
Kegiatannya mengasuh anak terlantar dimulai tahun 1972. Saat itu, dia yang sedang memulung menemukan bayi perempuan di atas tumpukan sampah dan terbuang. Jika tak ada yang mengambilnya, niscaya ia akan mati. "Melihatnya tumbuh dan menjadi kuat membuat kami kebahagiaan. Aku memiliki cinta yang nyata dari merawat anak-anak itu."
Kemiskinan dan hidup kekurangan bagi Lou bukan penghalang. "Jika kita punya cukup tenaga untuk mengumpulkan sampah, mengapa tidak kita juga mendaur ulang sesuatu yang seberharga nyawa manusia."
"Anak-anak membutuhkan cinta dan perhatian. Mereka semua adalah nyawa yang berharga. Saya tidak mengerti bagaimana orang tega meninggalkan bayi yang rentan dan tak berdaya di jalanan."
Lou, yang memiliki satu putri biologis, Zhang Caiying (49), bertekad mengabdikan hidupnya untuk merawat bayi-bayi yang ditelantarkan orang tua mereka sendiri, hingga ia tak lagi berdaya.
Menuai pujian
Meski berbuat tanpa pamrih, kebaikan hati Lou kini menyebar di China dari mulut ke mulut, di negara di mana ribuan bayi ditinggalkan di jalanan oleh orangtua yang terjerat kemiskinan.
Seorang pengagumnya mengatakan tindakan Lou telah menampar muka pemerintah, sekolah, dan orang-orang yang sejatinya lebih mampu namun tak mau bertindak. "Ia tak punya uang ataupun kekuatan, tapi ia menyelamatkan anak-anak dari kematian."
Di komunitasnya, Lou dianggap pahlawan dan dihormati atas pengorbanannya. "Ia telah melakukan yang terbaik, dia seorang pahlawan. Tapi sayangnya terlalu banyak bayi yang terlantar di China yang tak punya harapan untuk selamat."
Misalnya, minggu lalu, ada berita seorang bayi beruntung yang masih bertahan hidup setelah digorok tenggorokannya, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik, dan dibuang di tempat sampah di Kota Anshan, di timur laut Provinsi Liaoning.
Bayi itu lahir prematur. Usianya mungkin antara 32 dan 34 minggu. Beratnya hanya 1,4 kg. Paramedis mengatakan jika luka di tenggorokannya satu milimeter lebih dalam, niscaya ia akan mati.
Bayi perempuan itu diduga menjadi korban kebijakan satu anak di China yang diterapkan sejak tahun 1978. Orang tua yang hanya punya kesempatan memiliki satu anak, lebih memilih anak laki-laki ketimbang perempuan.
Bayi perempuan itu diduga menjadi korban kebijakan satu anak di China yang diterapkan sejak tahun 1978. Orang tua yang hanya punya kesempatan memiliki satu anak, lebih memilih anak laki-laki ketimbang perempuan.
Ribuan SPBU Siap Layani Pembelian Pertamax
VIVAnews – PT Pertamina menegaskan kesiapannya dalam menyokong kebijakan pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk kendaraan dinas pemerintah, BUMN, dan BUMD di Jawa-Bali pada 1 Agustus 2012. Ini seiring dengan makin meningkatnya jumlah SPBU yang dapat melayani pembelian Pertamax.
Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, mengatakan, hingga periode Juni 2012, jumlah SPBU Pertamina yang beroperasi di Jawa-Bali mencapai 3.083 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.107 unit SPBU telah dapat melayani pembelian Pertamax, 697 unit SPBU potensi untuk dilakukan pengalihan fungsi tangki pendam dari Premium ke Pertamax, dan 279 unit SPBU memerlukan investasi baru.
“Dengan perkembangan tersebut, kami sangat siap mendukung pembatasan konsumsi BBM bersubsidi sesuai dengan Permen ESDM No.12/2012 tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak," kata Karen dalam keterangan tertulis, Selasa 31 Juli 2012.
Sebagaimana diketahui, sesuai pasal 5 butir (b) Permen ESDM No.12/2012, pemerintah menetapkan konsumsi BBM bersubsidi untuk kendaraan dinas pemerintah, BUMN, dan BUMD di wilayah Jawa Bali akan dibatasi mulai 1 Agustus 2012. Kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi untuk kendaraan dinas di wilayah Jabodetabek, sebagaimana diatur dalam pasal 5 butir (b) dalam permen yang sama.
Sebagai dampak dari kebijakan tersebut, konsumsi Pertamax naik sekitar 16 persen pada periode Juni 2012 dibandingkan Mei 2012. “Konsumsi Pertamax kami perkirakan terus meningkat seiring dengan penerapan kebijakan tersebut, apalagi melihat tren harga minyak yang stabil dan cenderung turun,” ujarnya.
Terkait dengan potensi lonjakan konsumsi Pertamax, Karen mengatakan, stok Pertamax dan Pertamax Plus sangat aman. Stok Pertamax dan Pertamax Plus rata-rata berada di level 67 hari.
“Kami telah mengantisipasi, karena penerapan kebijakan ini momentumnya bersamaan dengan mudik lebaran," katanya. "Kami juga akan melakukan pengalihan fungsi sementara pada sebagian tangki pendam dan mobil tangki Solar ke Premium atau Pertamax selama masa Lebaran.”
Selain BBM, Pertamina juga akan mengamankan pasokan elpiji untuk kebutuhan masyarakat selama lebaran. Diperkirakan, konsumsi LPG masyarakat selama H-30 hingga H+30 Lebaran tahun ini meningkat sekitar 4 persen di atas rata-rata permintaan normal harian.
sumber
Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, mengatakan, hingga periode Juni 2012, jumlah SPBU Pertamina yang beroperasi di Jawa-Bali mencapai 3.083 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.107 unit SPBU telah dapat melayani pembelian Pertamax, 697 unit SPBU potensi untuk dilakukan pengalihan fungsi tangki pendam dari Premium ke Pertamax, dan 279 unit SPBU memerlukan investasi baru.
“Dengan perkembangan tersebut, kami sangat siap mendukung pembatasan konsumsi BBM bersubsidi sesuai dengan Permen ESDM No.12/2012 tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak," kata Karen dalam keterangan tertulis, Selasa 31 Juli 2012.
Sebagaimana diketahui, sesuai pasal 5 butir (b) Permen ESDM No.12/2012, pemerintah menetapkan konsumsi BBM bersubsidi untuk kendaraan dinas pemerintah, BUMN, dan BUMD di wilayah Jawa Bali akan dibatasi mulai 1 Agustus 2012. Kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi untuk kendaraan dinas di wilayah Jabodetabek, sebagaimana diatur dalam pasal 5 butir (b) dalam permen yang sama.
Sebagai dampak dari kebijakan tersebut, konsumsi Pertamax naik sekitar 16 persen pada periode Juni 2012 dibandingkan Mei 2012. “Konsumsi Pertamax kami perkirakan terus meningkat seiring dengan penerapan kebijakan tersebut, apalagi melihat tren harga minyak yang stabil dan cenderung turun,” ujarnya.
Terkait dengan potensi lonjakan konsumsi Pertamax, Karen mengatakan, stok Pertamax dan Pertamax Plus sangat aman. Stok Pertamax dan Pertamax Plus rata-rata berada di level 67 hari.
“Kami telah mengantisipasi, karena penerapan kebijakan ini momentumnya bersamaan dengan mudik lebaran," katanya. "Kami juga akan melakukan pengalihan fungsi sementara pada sebagian tangki pendam dan mobil tangki Solar ke Premium atau Pertamax selama masa Lebaran.”
Selain BBM, Pertamina juga akan mengamankan pasokan elpiji untuk kebutuhan masyarakat selama lebaran. Diperkirakan, konsumsi LPG masyarakat selama H-30 hingga H+30 Lebaran tahun ini meningkat sekitar 4 persen di atas rata-rata permintaan normal harian.
sumber
Ikan Paus Akhirnya Mati di Muara Gembong
BEKASI (Pos Kota)- Ikan paus hitam yang sempat diselamatkan dengan cara dievakuasi ke tengah laut dari perairan Pakisjaya, Karawang pada Sabtu siang, Minggu pagi terdampar di perairan Kampung Beting RT 002/05, Desa Pantai Bahagia, Muaragembong.
“Kondisinya tak bernafas lagi dan dari mulutnya keluar darah banyak,” kata Aiptu Ali Maskur, Kanit Patroli Polsek Muaragembong, saat dihubungi Pos Kota, Minggu (29/7/2012) siang.
Ali Maskur, menyebutkan Minggu pagi sekitar pukul 05:00 Wib, warga di sana sudah mengetahui ada paus terdampar dan diduga paus tersebut mamalia yang dievakuasi TNI dan POLRI, pada Sabtu (28/7) siang dari Pakisjaya, Karawang.
Kondisi Paus yang tampak sudah tidak bergerak dan sesekali bergeser ekornya karena dipermainkan ombak, oleh Sapan, 50, Ketua RW 05 Kampung Beting Desa Pantai Bahagia, Muaragembong dilaporkan ke Polsek Muaragembong.
“Jalan sulit ke lokasi, kalau mau menonton harus melalu sungai dan ke hulu lalu melambung ke perairan laut Jawa. Jadi warga jarang menonton, kalau pun ada menggunakan perahu,” ujar Ali Maskur.
Polsek sudah melaporkan kejadian tersebut namun langkah apa yang akan ditempuh belum diketahui, “Kami masih menunggu perintah, karena kondisi ikan sudah mati,” lanjut Ali Maskur.
“Jalan sulit ke lokasi, kalau mau menonton harus melalu sungai dan ke hulu lalu melambung ke perairan laut Jawa. Jadi warga jarang menonton, kalau pun ada menggunakan perahu,” ujar Ali Maskur.
Polsek sudah melaporkan kejadian tersebut namun langkah apa yang akan ditempuh belum diketahui, “Kami masih menunggu perintah, karena kondisi ikan sudah mati,” lanjut Ali Maskur.
Ikan Paus hitam yang diperkirakan berbobot dua ton dan panjangnya 15 meter yang terdampar di Pakisjaya itu ditarik ke tengah laut yang dalam, dengan dikawal Pasukan TNI sampai perairan dalam. Paus ini pertama kali ditemukan nelayan Desa Tanjungpakis, Rabu (25/7) pagi.
Kemudian sejak Kamis (26/7) sampai Jumat, tim relawan gabungan, penyayang binatang langka dari Jakarta, JAAN dan Tagana serta Sagara dari Karawang, melakukan evakuasi, lantaran peralatannya sederhana sehingga Sabtu (28/7) datang bantuan evakuasi dari TNI dan Polri, serta lembaga terkait.
SIAP DIPOTONG-POTONG
Sementara itu Saipan, Ketua RW 05, Pantai Bahagia, Muaragembong, mengaku siap memotong-motong daging ikan paus. “Kalau diijinkan boleh dipotong lumayan juga,” katanya.
Sementara itu Saipan, Ketua RW 05, Pantai Bahagia, Muaragembong, mengaku siap memotong-motong daging ikan paus. “Kalau diijinkan boleh dipotong lumayan juga,” katanya.
Daging ikan paus biasanya diolah dengan mengambil minyaknya. “Minyak ikan paus, biasanya untuk obat dan penambah nafsu makan,” lanjut Saipan.
DPR: Penggeledahan KPK, Polri Juga Untung
VIVAnews - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung meminta agar kepolisian tidak menghalangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan penyelidikan di tubuh institusinya.
"Tidak ada institusi yang kebal hukum di Indonesia termasuk Polri. KPK harus didukung oleh siapapun. Maka dalam konteks Korlantas berkait simulator SIM tidak ada alasan Polri menghalang-halangi," kata Pramono saat dihubungi wartawan, Selasa, 31 Juli 2012.
Pasalnya, Pramono beranggapan bahwa kasus korupsi adalah kasus yang luar biasa. Sehingga, tak ada lembaga yang kebal hukum.
Penyidikan penggelapan dana pengadaan simulator pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Korlantas Polri oleh KPK ini, kata Pram, justru menguntungkan internal Polri. "Orang kan selama ini hanya rumor tidak pernah tahu apa yang terjadi sebelumnya," kata dia.
Apresiasi yang sama sebelumnya juga disampaikan anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Martin Hutabarat.
"Jadi ini memang mengagetkan bahwa KPK berani untuk melakukan penyelidikan di satu instansi penegak hukum juga. Selama ini KPK dikatakan tebang pilih, pada saat menyangkut penegak hukum tidak menunjukan taring. Ini mengagetkan dan memberikan rasa percaya bahwa KPK bisa melaksanakan tugasnya," kata Martin di Gedung DPR, Selasa, 31 Juli 2012.
Oleh karena itu, Martin berharap kepolisian dapat bekerjasama dengan KPK untuk membersihkan institusinya dari korupsi. Dengan mau bekerjasama dengan KPK ini, Martin melanjutkan, ini justru akan memperbaiki citra kepolisian. "Karena polisi tidak menutup diri dalam melakukan penyelidikan, meski personilnya masih aktif," kata dia.
Tak hanya menggeledah, KPK juga menetapkan seorang petinggi Polri, mantan Direktur Lalu Lintas Mabes Polri, Inspektur Jendeal DS sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Simulasi Kemudi Mobil dan Motor (Simulator) SIM tahun anggaran 2011.
sumber
"Tidak ada institusi yang kebal hukum di Indonesia termasuk Polri. KPK harus didukung oleh siapapun. Maka dalam konteks Korlantas berkait simulator SIM tidak ada alasan Polri menghalang-halangi," kata Pramono saat dihubungi wartawan, Selasa, 31 Juli 2012.
Pasalnya, Pramono beranggapan bahwa kasus korupsi adalah kasus yang luar biasa. Sehingga, tak ada lembaga yang kebal hukum.
Penyidikan penggelapan dana pengadaan simulator pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Korlantas Polri oleh KPK ini, kata Pram, justru menguntungkan internal Polri. "Orang kan selama ini hanya rumor tidak pernah tahu apa yang terjadi sebelumnya," kata dia.
Apresiasi yang sama sebelumnya juga disampaikan anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Martin Hutabarat.
"Jadi ini memang mengagetkan bahwa KPK berani untuk melakukan penyelidikan di satu instansi penegak hukum juga. Selama ini KPK dikatakan tebang pilih, pada saat menyangkut penegak hukum tidak menunjukan taring. Ini mengagetkan dan memberikan rasa percaya bahwa KPK bisa melaksanakan tugasnya," kata Martin di Gedung DPR, Selasa, 31 Juli 2012.
Oleh karena itu, Martin berharap kepolisian dapat bekerjasama dengan KPK untuk membersihkan institusinya dari korupsi. Dengan mau bekerjasama dengan KPK ini, Martin melanjutkan, ini justru akan memperbaiki citra kepolisian. "Karena polisi tidak menutup diri dalam melakukan penyelidikan, meski personilnya masih aktif," kata dia.
Tak hanya menggeledah, KPK juga menetapkan seorang petinggi Polri, mantan Direktur Lalu Lintas Mabes Polri, Inspektur Jendeal DS sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Simulasi Kemudi Mobil dan Motor (Simulator) SIM tahun anggaran 2011.
sumber
Langganan:
Komentar (Atom)